Sumber Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Studi kepustakaan merupakan usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti.

Studi kepustakaan harus dilakukan dengan usaha yang maksimal karena jika tidak maksimal maka informasi yang dikumpulkan juga tidak akan maksimal dan hal tersebut tidak menjamin kesuksesan dari sebuah penelitian.

Terdapat beberapa sumber dalam melakukan studi pustaka (literature review), yaitu :

1. Paper

Paper yang dipublikasikan baik dalam jurnal nasional dan internasional dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta dapat dijadikan sebagai sumber studi pustaka. Jika dibandingkan dengan makalah pada biasanya, unsur pada paper lebih banyak. Paper biasanya dibuat sebagai salah satu pekerjaan untuk menyelesaikan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswanya yang didapatkan dari kegiatan belajar dalam mata kuliah tertentu.

2. Tesis

Tesis biasanya ditulis oleh mahasiswa pascasarjana (S2) yang ingin mengambil gelar master. Tesis dapat dijadikan sumber studi pustaka karena sifatnya yang mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yang diperoleh melalui penelitian. Tesis berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.

3. Disertasi

Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenaran nya. Disertasi berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Biasanya disertasi ditulis oleh mahasiswa tingkat doktoral (S3) untuk memperoleh gelar Doktor atau PhD.

4. Jurnal atau hasil konferensi

Informasi yang spesifik dan terfokus pada pemecahan masalah menjadi alasan jurnal biasanya digunakan sebagai sumber studi pustaka dalam penelitian. Jurnal memiliki cakupan ilmu yang luas, tetapi cukup padat hanya sekitar 6-8 halaman saja, namun setiap kalimat nya memiliki nilai-nilai ilmu pengetahuan.

5. Buku

Buku merupakan salah satu sumber studi kepustakaan untuk menemukan landasan teori terkait dengan penelitian yang sedang di lakukan. Menelusuri literatur untuk mendapatkan teori-teori yang menunjang penelitian dapat diperoleh melalui buku-buku ilmiah yang ditulis oleh penulis yang memang merupakan pakar dibidang nya atau akademisi/professor di sebuah universitas.

6. Prosiding

Prosiding mirip seperti jurnal ilmiah, satu hal yang membedakan adalah prosiding merupakan hasil dari konferensi ilmiah. Tidak seperti jurnal yang khusus untuk publikasi ilmiah. Pengambilan prosiding sebagai bahan literatur bisa memudahkan peneliti karena adanya kolaborasi antara peneliti dengan penulis prosiding yang mungkin berada pada satu institusi yang sama.


Sumber :

Artikel di internet, modul, dan catatan pribadi perkuliahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *