Review Buku: ‘Rich Dad, Poor Dad’ oleh Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki adalah seorang guru yang mengajarkan orang untuk menjadi jutawan. Ia lahir dan dibesarkan di Hawaii dan merupakan generasi keempat keturunan Amerika-Jepang. Dia berasal dari keluarga pendidik yang terkemuka. Ayahnya adalah kepala pendidikan untuk negara bagian Hawaii. Pada 1985 ia menjadi rekan-pendiri sebuah perusahaan pendidikan internasional yang beroperasi di tujuh negara, mengajar bisnis dan investasi kepada puluhan ribu lulusan. Meskipun bisnis Robert adalah real estat dan mengembangkan perusahaan topi yang kecil, cinta dan gairahnya yang sejati adalah mengajar.

Buku ini bicara soal enam pelajaran yang diajarkan oleh ayah Robert yang “kaya” kepadanya. Pelajaran yang dimaksudkan sebagai tonggak penunjuk jalan yang membantu kita untuk tumbuh lebih kaya dan lebih makmur di dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian ini.

Pelajaran 1: Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang

Jika kamu orang yang tidak mempunyai keberanian, kamu hanya menyerah setiap kali hidup mempermainkan kamu. Jika kamu orang macam itu, sepanjang hidup kamu hanya mencari aman, melakukan hal-hal yang benar, menyelamatkan dirimu untuk suatu peristiwa yang tidak akan pernah terjadi. Maka kamu akan meninggal sebagai orang tua yang membosankan. Kamu akan mempunyai banyak teman yang sungguh-sungguh menyukai kamu karena kamu adalah pekerja keras yang baik. Kamu menghabiskan hidupmu dengan cara yang aman, dengan melakukan hal-hal yang benar. Tetapi yang sebenarnya adalah, kamu membiarkan kehidupan membuatmu tunduk, menyerah. Jauh di lubuk hati kamu ngeri untuk mengambil resiko. Kamu sungguh ingin menang, tapi rasa takut dan kekalahan lebih besar daripada suka cita kemenangan. Jauh di dalam hati, kamu dan hanya kamu akan tahu bahwa kamu tidak berusaha untuk itu. Kamu memilih untuk bermain aman.

Ketakutan dan keinginan, dua hal itu dapat menuntun kita ke perangkap hidup yang paling besar. Menghabiskan waktu hampir seumur hidup hanya untuk sejumlah uang, bekerja keras demi uang. Menjalani hidup yang diatur oleh besarnya upah yang diterima bukanlah hidup yang sesungguhnya. Jangan sampai uang mengendalikan hidup kita melainkan gunakan imajinasi untuk mengidentifikasikan peluang untuk menghasilkan uang.

Pelajaran 2: Mengapa Mengajarkan Melek Secara Finansial ?

Jika kamu ingin menjadi kaya, kamu harus melek secara finansial. (hal.60)

Kebanyakan orang berjuang mati-matian secara finansial karena mereka tidak tahu perbedaan aset dan liabilitas (kewajiban).

Orang kaya menambah aset. Orang miskin dan kelas menengah menambah liabilitas, tetapi mereka mengira itu adalah aset. (hal.62)

pola-arus-kas-aset

pola-arus-kas-liabilitas

Aset adalah sesuatu yang menaruh atau memasukkan uang ke dalam saku saya.

Liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku saya.

arus-kas-orang-miskin

arus-kas-orang-menengah

arus-kas-orang-kaya

Diagram-diagram diatas menunjukkan arus kas dalam kehidupan orang miskin, kelas menengah, atau kaya. Arus kas itulah yang menuturkan sebuah cerita. Cerita tentang bagaimana orang mengatur uang mereka, apa yang mereka lakukan setelah mereka mendapatkan uang di tangan mereka.

Kebanyakan dari kita belajar bagaimana bekerja keras, tetapi tidak belajar bagaimana membuat uang mereka bekerja untuk mereka. Kebiasaan untuk menghabiskan atau membelanjakan uang telah membuat kita mencari uang yang lebih banyak, padahal masalah sesungguhnya adalah bagaimana memilih membelanjakan uang yang memang kita miliki.

Yang terpenting sekarang pusatkan segala usaha Anda hanya untuk membeli aset yang menghasilkan pemasukan. Itulah cara terbaik untuk memulai perjalanan menjadi kaya. (hal.87)

Pelajaran 3: Uruslah Bisnis Anda Sendiri

Ketika saya mengatakan uruslah dan jalankanlah bisnis Anda sendiri, yang saya maksudkan adalah membangun dan menjaga kolom aset Anda agar tetap kokoh. (hal.101)

Ketika arus kas tumbuh, kita dapat membeli beberapa barang mewah. Perbedaan penting yang harus diingat adalah bahwa orang kaya membeli barang mewah belakangan (bukan prioritas utama), sementara orang miskin dan kelas menengah cenderung membeli barang mewah lebih dulu (prioritas pertama).

Pelajaran 4: Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi

Orang kaya menciptakan korporasi sebagai alat untuk membatasi resiko mereka terhadap aset dari setiap pelayaran. (hal.108)

Pengetahuan akan kekuatan struktural legal korporasilah yang sungguh-sungguh memberi orang kaya keuntungan besar melampaui orang miskin dan kelas menengah.

Karyawan mendapat bayaran dan dikenakan pajak dan mereka berusaha hidup berdasarkan apa yang tersisa. Korporasi mendapat bayaran, membelanjakan segala sesuatu yang ia bisa, dan dikenai pajak atas apa yang tersisa.

Orang kaya menyembunyikan banyak kekayaan mereka dengan menggunakan sarana-sarana seperti korporasi dan perseroan untuk melindungi aset mereka dari para kreditur.

Pelajaran 5: Orang Kaya Menciptakan Uang

Secara pribadi, saya menggunakan dua sarana utama untuk mencapai pertumbuhan finansial: real estat dan saham kecil. Saya menggunakan real estat sebagai pondasi saya. Dari hari ke hari, properti saya memberikan arus kas dan dorongan pertumbuhan dalam nilai. Saham-saham kecil digunakan untuk pertumbuhan yang cepat. (hal.137)

Orang kaya tidak bekerja untuk uang. Tetapi mereka memperkerjakan uang. Orang kaya mempekerjakan uang. Orang kaya menciptakan uang tanpa harus berada di lokasi uang tersebut di hasilkan. Mereka senang berinvestasi pada real estat, saham, reksa dana atau surat-surat berharga.

Pelajaran 6: Bekerja untuk Belajar-Jangan Bekerja untuk Uang

Saya bergabung dengan Marine Corps untuk belajar memimpin pasukan. Saya bergabung dengan Xerox karena satu alasan, Xerox memiliki program pelatihan penjualan terbaik di Amerika. (hal.155)

Bekerjalah untuk belajar hal-hal baru yang dapat membantumu menuju kesuksesan. Kebanyakan pekerja berfokus pada bekerja demi upah dan keuntungan yang memberi ganjaran dalam jangka pendek, tapi seringkali merupakan bencana dalam jangka panjang.

Untuk menjadi sungguh-sungguh kaya, kita harus mampu untuk memberi dan sekaligus menerima. Ayah saya yang kaya memberikan banyak uang begitu saja. Dia memberi pada gerejanya, yayasannya, untuk berbagai kegiatan amal. Dia tahu bahwa untuk menerima uang, Anda harus memberi uang. Memberi uang adalah rahasia bagi kebanyakan keluarga yang sangat kaya.

***

Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh setiap orang. Robert banyak mengangkat contoh-contoh kasus berdasarkan pengalaman pribadi nya tentang bagaimana menggunakan kekuatan uang. Robert banyak menyinggung masalah investasi dalam buku ini, belajar agar uang bekerja untuk kita. Buku ini juga mengajarkan kita perbedaan aset dan liabilitas serta bagaimana cara kita dengan jelih membangun kolom aset yang lebih besar dibandingkan kolom liabilitas.

Saya juga suka bagaimana Robert menggambarkan orang-orang yang terjebak dalam “perlombaan tikus” yaitu:

“Pola bangun, bekerja, membayar tagihan, bangun, bekerja, membayar tagihan. Kehidupan mereka pun selamanya digerakkan dan dijalankan oleh dua emosi, ketakutan dan ketamakan. Tawarilah mereka uang lebih banyak, dan mereka pun meneruskan siklus itu dengan meningkatkan pengeluaran mereka. Inilah yang saya sebut Perlombaan Tikus.”

Berlawanan dengan Perlombaan Tikus, saya juga suka bagaimana Robert menjelaskan apa itu “kebebasan finansial” :

“Kebebasan Finansial adalah apabila aku tidak melakukan apapun (tidak bekerja, bahkan mungkin sedang melancong), semua pemasukanku akan lebih besar dari semua pengeluaranku”.

Tulisan dalam buku ini sederhana dan mudah dimengerti, Robert tidak banyak menggunakan istilah-istilah aneh (jargon) atau rumus perhitungan tertentu, buku ini cukup ringan. Saya sangat merekomendasikan buku ini-dan saya merasa beruntung telah membaca nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *