Review Buku ‘The Power of Habit’ oleh Charles Duhigg

Kehidupan kita penuh dengan kebiasaan. Tanpa kita sadari, kebiasaan memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Setiap pilihan dalam kehidupan kita sehari-hari banyak ditentukan oleh kebiasaan yang kita lakukan. Makanan yang kita pesan, seberapa sering kita berolahraga, seberapa lama kita belajar, itu semua adalah hasil dari kebiasaan.

Ketika kamu bangun tidur di pagi hari, apa yang pertama kali kamu lakukan?

Mandi? Cek email? Langsung sarapan? Roti atau Salad? Apakah kamu sarapan sambil nonton televisi? Apa yang kamu sampaikan kepada anak/istri/suami sebelum pergi beraktivitas? Kaos kaki sebelah kiri atau kanan yang kamu kenakan lebih dulu? Lagu apa yang kamu putar saat berada di mobil?

Setiap aktivitas yang kita lakukan, tanpa kita sadari, adalah hasil dari kebiasaan.

Dan menariknya, kebiasaan dapat kita ubah, jika kita mengerti cara kerjanya.

Didalam kebiasaan, ada tiga komponen penting yang menyebabkan suatu kebiasaan dapat terus berjalan.

Pertama, sebuah cue yang berarti sebuah pemicu yang mengisyaratkan kepada kita untuk mengerjakan suatu hal. Sebuah cue dapat berupa apa saja, bisa dalam bentuk visual seperti benda, bisa berupa tempat, hari atau suatu kondisi.

Kedua, routine yang berupa aktivitas yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Routine adalah elemen terpenting didalam siklus kebiasaan. Tanpa routine kita tidak akan mendapatkan hasil apapun.

Ketiga, reward, ini merupakan bagian terakhir sekaligus hasil atau hadiah dari suatu kebiasaan (routine). Kebiasaan apapun yang kita lakukan, baik atau buruk, pada akhirnya kita akan mendapatkan reward nya.

Jadi, untuk menciptakan atau mengubah suatu kebiasaan, penting bagi kita untuk mencari atau menemukan pemicu nya terlebih dahulu. Setelah kita menemukan nya, maka selanjutnya yang diperlukan adalah tindakan rutin (routine). Terus lakukan tindakan tersebut hingga menjadi sebuah reward. Tiga tahapan tersebut menggambarkan bagaimana suatu kebiasaan bekerja.

Ini menarik, sekarang menyikat gigi sudah menjadi suatu kebiasaan. Tentu kita merasa tidak nyaman jika tidak menyikat gigi. Padahal dulu sebelum diciptakan nya Pepsodent, orang-orang tidak pernah membersihkan gigi nya, dan mereka pun tidak merasa ada yang salah dengan hal itu. Sekarang, hampir seluruh manusia di planet ini menyikat gigi nya di pagi dan malam hari sebelum tidur.

Banyak orang mengatakan bahwa kebiasaan dapat menentukan kehidupan seseorang. Hal ini jelas masuk akal. Kebiasaan yang baik tentu akan menghasilkan hasil yang baik juga. Dan kebiasaan yang buruk akan membawa kita kepada hal-hal yang buruk pula. Kebiasaan adalah cerminan tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang. Inilah mengapa kebiasaan mempunyai kekuatan yang dahsyat.

Jika kamu tidak memilih menanam bunga pada tamanmu, maka rumput liar akan tumbuh baik itu tanpa dorongan semangat ataupun bantuan.

Kebiasaan juga erat kaitan nya dengan konsistensi dan persistensi. Dimana kita melakukan suatu hal secara terus menerus dengan semangat dan pantang menyerah. Banyak orang-orang sukses yang berhasil melakukan hal-hal hebat akibat hasil dari kebiasaan.  Misalnya Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang memiliki kebisaaan membaca buku. Elon Musk yang memiliki kebiasaan bekerja 100 jam dalam seminggu. Selain itu ada juga Oprah Winfrey dan Jack Dorsey yang memiliki kebiasaan meditasi agar dapat tampil dengan prima. Mereka menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang bermanfaat bagi hidup mereka di masa akan datang.

Buku ini mengajarkan banyak hal. Mulai dari pembahasan secara mendalam apa itu kebiasaan, bagaimana cara kerjanya, cara mengubahnya dan mengapa kebiasaan berperan penting dalam hidup kita. Ini karena setiap kebiasaan yang kita lakukan akan membawa hasil, entah itu baik atau buruk, tergantung dari kebiasaan kita. Jika kita selalu menerapkan kebiasaan yang baik, tentu hasil baik yang akan menjadi hadiah nya, dan sebaliknya.

Jadi, dapat disimpulkan kebiasaan merupakan cerminan kehidupan kita di masa depan. Jika kita gigih melakukan suatu hal, maka itu akan menghasilkan keberhasilan. Seperti contoh-contoh kebiasaan yang sudah saya paparkan diatas. Namun, ada satu hal penting lainnya yang perlu diingat, bila kita sudah menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang positif namun belum juga mendapat hasilnya, itu hanya karena masalah waktu. Segala sesuatu butuh waktu. Semua perlu proses. Ini merupakan elemen lainnya yang tidak boleh dilupakan. Seperti yang kebanyakan orang katakan bahwa ‘semua akan indah pada waktunya‘.

Semoga bermanfaat. Happy reading!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *