Review Buku ‘Grit: The Power of Passion and Perseverance’ oleh Angela Duckworth

Saya selalu penasaran mengapa ada orang yang sukses dan ada orang yang gagal? Mengapa ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar? Dan mengapa hal itu bisa terjadi? Mungkin kita sering bingung apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. Saya penasaran dengan orang-orang yang extra-ordinary, berbakat dan berprestasi di bidang nya. Apa hal yang mereka miliki mereka dan tidak dimiliki oleh orang pada umumnya sehingga mereka bisa sukses dan mentorehkan banyak prestasi. Angela Duckworth, profesor psikologi di Universitas Pennsylvania telah melakukan penelitian terkait hal ini.

Menurut Profesor Angela, ada satu hal yang memainkan peranan penting dalam kesuksesan seseorang, yakni gritGrit adalah kegigihan, ketekunan dan sifat tidak mudah menyerah kita untuk meraih suatu hal. Seberapa kuat kita untuk terus bangkit setelah mengalami kegagalan demi kegagalan dalam menggapai hal yang kita impikan.

Grit is about do do do do do, and try try try try try and try again. That is grit.

Ia juga menambahkan bahwa IQ atau kecerdasan seseorang bukanlah faktor penentu kesuksesan. IQ dan kecerdasan seseorang memberikan akses ke banyak hal. Namun setelah pintu terbuka, itu semua tergantung kepada diri kita masing-masing.

Orang-orang yang cerdas dan bertalenta memulai semuanya sebagai seorang amatir. Paradigma orang pada umumnya bahwa talenta adalah bawaan lahir sebenarnya merupakan pernyataan yang salah. Hampir tidak ada orang yang terlahir dengan talenta. Dibalik talenta seseorang, terdapat usaha kerja keras, kegigihan dan semangat pantang menyerah. Usaha yang terus dipupuk dari hari demi hari hingga tumbuh menjadi pohon yang kokoh.

Tanpa usaha, talenta akan luntur. Tanpa usaha juga tidak mungkin ada pencapaian. Ini semua tentang usaha yang kita lakukan. Dengan kata lain, ‘effort count twice.’

Grit bukanlah sesuatu yang tetap atau fixed. Kita dapat mengembangkan grit dalam diri kita. Kita dapat berkembang. Kemampuan untuk berkembang dan belajar itu tidak fix. Hal itu dapat diubah melalui kerja keras dan usaha.

Kamu bisa mengukur seberapa tinggi grit kamu di halaman Grit scale. Itu adalah link yang akan menuju website Prof. Angela Duckworth untuk mengukur seberapa tinggi grit kita.

Jangan sedih kalau skor kamu tidak cukup tinggi. Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, hal itu tidaklah fix. Kita dapat mengembangkan grit dalam diri kita. Dari buku ini, saya telah merangkum beberapa cara untuk mengembangkan grit dalam diri kita.

Pertama, dengan mengembangkan daya tarik yang kuat terhadap suatu hal. Ini adalah salah satu hal yang penting karena ini merupakan fondasi dalam mengembangkan grit dalam diri kita. Carilah sesuatu yang benar-benar menarik perhatian kita. Kita harus tahu sesuatu yang benar-benar kita sukai dan ingin kita kuasai.

Kita harus mencintai apa yang kita kerjakan. Karena jika kita mengerjakan sesuatu yang memang kita cintai dan sukai, kita akan mengerjakannya dengan penuh semangat dan tentu hasilnya akan jauh lebih baik.

Yang kedua, usaha setiap hari. Ini adalah kunci. Tanpa usaha yang dilakukan setiap hari, itu semua tidak berarti apa-apa. Saya berikan contoh, misalnya atlet renang. Apakah kamu tahu seberapa keras mereka latihan? Bisa lebih cepat 2 detik saja dari rekor sebelumnya sudah merupakan kemajuan yang signifikan bagi mereka. Mereka latihan dengan rutin dan keras. Mereka tidak melewati satu hari pun tanpa latihan. Mereka sudah seperti hidup di air.

Itu semua dilakukan kerena mereka cinta dengan apa yang mereka lakukan, dan mereka percaya bahwa mereka dapat berkembang menjadi lebih baik. Mereka memiliki grit yang kuat dalam diri mereka.

Ketiga, miliki tujuan. Tetapkan tujuan mengapa kita harus berjuang dengan keras. Kenapa kita harus melakukan hal ini. Kita harus tau sebenarnya apa yang benar-benar kita inginkan. Tanpa tujuan yang jelas, akan mudah bagi kita untuk berhenti di tengah jalan.

Yang terakhir, kembangkan growth mindset. Ini adalah poin yang tidak kalah penting. Percayalah dan tanamlah pikiran bahwa kita sungguh dapat berkembang, selalu ada ruang bagi kita untuk menjadi lebih baik, we really can improve.

Mindset adalah masalah pikiran dan kepercayaan. Kita dapat mengatakan pada diri kita bahwa ini terlalu sulit dan tidak mungkin untuk dilakukan atau kita juga dapat mengatakan pada diri kita bahwa ini memang sulit, tapi jika saya terus berusaha, saya akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Itu semua tergantung pada mindset diri kita masing-masing. Dan ternyata mindset ini berperan sangat besar dalam kesuksesan kita, seperti kata Brendon Burchard bahwa ‘Success is just about a mindset game.’

Saya suka sekali buku ini. Prof. Angela menulis buku ini dengan sangat baik dan mudah sekali dipahami isinya. Ia juga banyak memberi contoh kisah sukses seseorang dalam berbagai bidang baik dari bisnis, pendidikan ataupun hiburan, dimana kesemuanya memiliki satu hal yang sama, yaitu mereka memiliki grit yang kuat dalam diri mereka. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk mengisi waktu luang kita menjadi lebih bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *