Review Buku ‘Being Indonesian’ oleh Desi Anwar

Baru-baru ini saya mengunjungi sebuah perpustakaan lokal milik pemerintah di dekat daerah rumah saya. Tujuannya tentu saja untuk mencari buku yang menarik untuk saya pinjam. Untungnya saya tidak pulang dengan tangan kosong. Saya menemukan sebuah buku yang menarik perhatian saya. Pertama kali membaca judulnya ‘Being Indonesian’, saya langsung tertarik dengan isi cerita yang ada didalamnya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengambil buku tersebut dan membawanya ke petugas perpustakaan untuk saya pinjam.

‘Being Indonesian’ secara keseluruhan menceritakan garis besar kondisi dan kehidupan negara kita Indonesia. Buku ini berisi esai yang ditulis oleh Desi Anwar dari tahun 1997 hingga 2007. Selama periode tersebut, Desi telah merangkum banyak hal dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Indonesia. Topik-topik seputar politik, ekonomi, budaya, demokrasi dan reformasi banyak bermunculan dalam buku ini.

Desi Anwar sendiri adalah seorang jurnalis senior di dunia pertelevisian Indonesia dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam meliput berbagai peristiwa-peristiwa yang terjadi Indonesia. Selama karirnya, ia juga telah mewawancari tokoh-tokoh terkenal dunia seperti Bill Gates, Dalai Lama, Richard Branson, Zinedine Zidane dan masih banyak lagi.

Membaca buku ini membuat saya lebih paham dan sadar tentang individu seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia.

Indonesia tidak membutuhkan individu yang kuat, sempurna, pintar atau suci sebagai pemimpinnya. Apa yang mereka cari adalah orang yang jujur dan simpel. Seseorang yang sederhana namun memiliki pemahaman yang sempurna tentang apa yang sebenarnya diinginkan di dalam hati setiap rakyat Indonesia. Seseorang yang memiliki integritas dan kepekaan untuk berbicara dan mendengar suara dari rakyat nya.

Saat ini Indonesia telah benar-benar serius ingin menciptakan pemimpin masa depan dalam berbagai bidang. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kunci untuk menciptakan negara yang lebih baik, berkualitas dan inovatif itu terletak pada sumber daya manusia nya, alias rakyat nya. Salah satu cara yang saat ini dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan memberi bantuan beasiswa pendidikan kepada rakyat Indonesia untuk menempuh studi Magister maupun Doktor baik didalam atau luar negeri. Beasiswa ini lebih dikenal dengan Beasiswa LPDP.

Beasiswa ini menjadi primadona bagi seluruh rakyat Indonesia. Puluhan ribu rakyat Indonesia melamar beasiswa ini setiap tahun nya. Mereka yang menerima beasiswa ini akan ditanggung biaya hidup maupun biaya kuliah selama menempuh pendidikan nya. Melalui skema beasiswa ini, Indonesia sedikit demi sedikit mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia nya. Ini adalah salah satu cara yang paling tepat.

Pendidikan memegang peranan penting di dalam sebuah negara. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kualitas pendidikan di luar negeri memang jauh lebih baik daripada kualitas pendidikan di Indonesia. Individu yang menempuh pendidikan di luar negeri tidak hanya memperoleh ilmu semata, tetapi juga dapat membuka pikiran dan melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.

Dalam buku ini saya suka bagaimana Desi Anwar merepresentasikan filosofi nya terhadap sebuah kota. Apa yang diperlukan untuk membangun sebuah kota yang indah? Sama seperti membangun hal lainnya, yaitu dengan mendesain bukan insiden. Dibalik kota yang indah ada mahakarya sang maestro termasuk didalamnya yaitu seorang arsitek, insinyur dan juga tidak ketinggalan seorang pemimpi. Dengan kata lain, kota yang indah itu dimulai dari sebuah visualisasi, rencana jangka panjang, sketsa dan juga blueprint sebagai manifestasi perwujudan mimpi tersebut.

Buku ini sungguh kaya akan sejarah Indonesia. Melalui buku ini, Desi Anwar menuangkan pemikiran dan analisa nya yang mendalam terhadap berbagai permasalahan dan isu yang terjadi di Indonesia. Ia benar-benar sosok jurnalis yang profesional dan berpengalaman.

Yang lebih menariknya lagi, buku ini ditulis dalam bahasa Inggris. Seluruh isi dari buku ini merupakan esay yang ditulis oleh Desi Anwar yang telah diterbitkan di berbagai wadah publikasi ternama berbahasa Inggris di Indonesia seperti The Indonesian Observer, The Jakarta Post, Tempo English dan Japanese Daily.  

Untuk merangkumnya, saya pikir ini adalah salah satu buku yang tepat jika kita ingin mengetahui sejarah Indonesia lebih dalam lagi selama satu dasawarsa mulai dari tahun 1997 hingga tahun 2007.

Temukan tempat favoritmu, duduk dengan tenang dan nikmati buku ini, maka kita sudah selangkah didepan untuk memahami Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *