Review Buku: ‘Alibaba: The House That Jack Ma Built’ oleh Duncan Clark

Jack Ma lahir pada tanggal 10 September 1964. digambarkan oleh media massa sebagai  “anak nakal”, “pria bertubuh kecil, berpipi tirus, memiliki rambut berombak dan senyuman bandel”. Beberapa orang di China suka menyebut Jack Ma sebagai “ET”, karena mirip dengan tokoh makhluk luar angkasa di film besutan Evan Spielberg itu.

Ibunda Jack, Cui Wencai, bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan ayahnya, Ma Laifa, bekerja sebagai fotografer di Hangzhou Photography Agency.

Saat masih kecil, ia sangat menyukai bahasa dan sastra Inggris, salah satunya adalah dengan mendengarkan kisah The Adventure of Tom Sawyer karya Mark Twain di radio berfrekuensi SW. Lalu kedatangan wisatawan asing membuka pandangan Jack terhadap dunia luar.

Pada tahun 1978, sebanyak 728 turis asing datang mengunjungi Hangzhou. Pada tahun 1979 jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 40.000 orang. Jack Ma memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan bahasa inggrisnya. Ia bangun sebelum subuh lalu mengayuh sepedanya selama 40 menit menuju Hangzhou Hotel untuk menyapa para turis asing.

“Tiap pagi, mulai pukul 5, saya membaca buku berbahasa Inggris di depan hotel. Banyak turis asing yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Saya menawarkan jasa pemandu wisata gratis ke West Lake, dan sebagai imbalannya mereka mengajari saya bahasa Inggris. Saya melakukannya selama 9 tahun! Saya juga mengasah bahasa Inggris saya setiap pagi, dalam keadaan cuaca buruk sekalipun, ” kenang Jack.

“Saya banyak terbantu oleh bahasa Inggris. Bahasa ini memudahkan saya dalam memahami dunia dengan lebih baik lagi, membantu saya saat bertemu dengan CEO dan pemimpin terbaik di dunia, seta membuat saya mengerti tentang jurang perbedaan antara China dan dunia.” kata Jack.

Di China, seluruh siswa SMA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi harus lulus ujian masuk perguruan tinggi nasional berbasis prestasi, yang umumnya disebut gaokao, atau “ujian tinggi”. Gaokao biasanya dilaksanakan selama dua hingga tiga hari. Matematika, serta bahasa Mandarin dan satu bahasa asing lain, adalah mata ujian wajib.

Gaokao sering disebut sebagai ujian tersulit di dunia karena memerlukan persiapan dan daya ingat yang luar biasa.

Jack mengikuti ujian gaokao ini tapi gagal, karena hanya meraih skor 1/120 dalam pelajaran matematika. Harapannya hancur, dan ia kemudian memilih bekerja sebagai pengantar beberapa bundel majalah dari percetakan ke stasiun kereta api Hangzhou menggunakan becak. Jack memperoleh pekerjaan ini hanya dengan bermodal koneksi yag dimiliki ayahnya. Jack tidak diterima bekerja di berbagai tempat lainnya, termasuk ketika melamar sebagai pelayan hotel. Tinggi badannya dianggap tidak memadai.

Jack termotivasi untuk meraih takdir yang berbeda, dan kembali mengikuti ujian gaokao. Kali ini nilai matematikanya sedikit meningkat, menjadi 19/120, namun nilai keseluruhannya menurun cukup banyak.

Sekali lagi Jack berusaha melamar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ia mengirimkan 11 lamaran pekerjaan namun semuanya ditolak. Jack sering bercerita tentang bagaimana KFC saja menolak lamarannya, dan dari 24 orang kandidat, ia adalah satu-satunya yang tidak diterima bekerja disana.

Tanpa berputus asa, tiap hari Minggu Jack pergi ke perpustakaan Universitas Zhejiang dan disana ia berusaha menghafal rumus dan persamaan yang harus ia kuasai agar dapat lulus ujian gaokao.

Jack tidak pernah berhasil masuk ke perguruan tinggi ternama di Beijing atau Shanghai. Namun, pada tahun 1984, saat berumur 19 tahun, nilai ujian matematika Jack meningkat sehingga cukup untuk masuk ke universitas di kotanya, Hangzhou Teachers College. Pada keikutsertaannya dalam ujian gaokao kali ini, nilai matematikanya mencapai 89. Nilai ini lebih rendah sekian poin dari nilai penerimaan yang lazin di universitas lain untuk strata S1 dengan masa studi 4 tahun. Namun Hangzhou Teachers College masih memiliki lowongan untuk beberapa mahasiswa pria, dan Jack berhasil masuk. Perguruan tinggi ini bukanlah perguruan tinggi yang prestisius, perguruan tinggi ini dianggap sebagai perguruan tinggi kelas 3 atau 4 dikota saya.

Saat lulus kuliah tahun 1998 dengan menyandang gelar sarjana bahasa Inggris, Jack sudah menjadi guru bahasa Inggris dan perdagangan internasional di Hangzhou Institute of Electronic Engineering. Jack menjadi satu-satunya dari lima ratusan wisudawan yang ditugasi mengajar di perguruan tinggi. Namun ia sudah mulai memikirkan masa depannya selain mengajar. Ia ingat dengan pelajaran yang ia peroleh dari kunjungan Deng Xiaoping ke wilayah selatan bahwa menjadi orang kaya adalah kemuliaan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjalankan bisnisnya sendiri sebelum berusia 30 tahun.

Pada bulan januari 1994, saat berusia 29 tahun, Jack mendirikan Hangzhou Haibo Translation Agency. Ketika didirikan, perusahaan ini hanya memiliki lima karyawan dan kebanyakan dari mereka adalah pensiunan guru di institut tempatnya mengajar.

Jack mendapat bantuan dari beberapa siswa sekolah bahasa Inggris malamnya dalam menjalankan bisnis ini, terutama untuk mendapatkan klien pertama mereka. Beberapa di antara siswa ini ada yang menjadi karyawan tetap Jack Ma sampai sekarang.

Jack ingin mencari pengalaman sebagai pengusaha, namun ia belum benar-benar siap untuk terjun ke dalamnya dan meninggalkan pekerjaannya di sektor publik sebagai seorang guru. Kewirausahaan merupakan hal yang melekat dan tak bisa dipisahkan dalam diri masyarakat Tionghoa saat ini. Namun, pada masa awal reformasi ekonomi China, kewirausahaan dianggap sebagai langkah yang sangat beresiko, bahkan ilegal. Mereka ditahan atau dihukum mati karena melakukan aktivitas komersial.

Beberapa pebisnis tersukses di China saat ini dahulunya adalah getihu (wirausahawan generasi pertama) yang berasal dari masyarakat kelas bawah, dan kebanyakan berada di provinsi Zhejiang. Sekarang banyak pengusaha asal provinsi ini yang menduduki peringkat orang terkaya di China. Kebanyakan mereka, seperti Jack Ma, mengawalinya dari kehidupan yang keras.

Pada tahun 1995, ia pergi ke Amerika, tepatnya di Seattle. Disanalah ia pertama kali mengakses internet. Ia sudah pernah mendengar istilah internet sebelumnya dari rekannya sesama guru bahasa Inggris di China yaitu Bill Aho, tapi ia juga masih belum mengerti dengan jelas apa itu internet.

Jack kemudian bertemu dengan menantu laki-laki Bill Aho, Stuart Trusty, yang telah mendirikan perusahaan konsultan bernama Virtual Broadcast Network (VBN). “Jack datang lalu saya tunjukkan apa itu Internet”, kata Trusty.

Kunjungan Jack ke Seattle menjadi pengalaman yang mengubah hidupnya. “Itu adalah pengalaman pertama saya ke Seattle, pertama kali saya menyentuh keyboard komputer, pertama kali terhubung ke internet, dan pertama kalinya saya memutuskan untuk berhenti mengajar dan mulai mendirikan perusahaan”, kenang Jack.

Jack menceritakan ketika pertama kali ia menggunakan internet. “Teman saya, Stuart, mengatakan ‘Jack, inilah internet. Kamu bisa mencari segala sesuatu melalui internet.’ Saya jawab, ‘Benarkah?’ Kemudia saya mencari menggunakan kata kunci “bir”. Saya tidak tahu mengapa saya mencari bir. Namun yang saya temukan hanyalah bir Amerika dan bir Jerman. Tidak ada bir China. Saya penasaran, karena itu saya mencari “China”, namun disana tidak ada “China”, tidak ada data tentang China”, kata Jack Ma.

Jack mulai menyusun rencana bisnis baru untuk membangun perusahaan internet. Pada tahun 1999 ia mendirikan Alibaba. Sebuah perusahaan internet dengan nama aneh yang menghubungkan pedagang China ke seluruh pembeli dari berbagai belahan dunia.

Dengan kerja keras dan ketekunan nya, di tahun yang sama Alibaba berhasil mendapat investasi sebesar $5 juta dari Goldman Sach, disusul oleh SoftBank dengan nilai investasi sebesar $20 juta. Dengan uang sebesar itu, Jack jelih memutar uang tersebut untuk perkembangan bisnisnya. Ia melakukan ekspansi bisnis ke sejumlah negara-negara asia dan eropa.

Pada tahun 2007, Alibaba melakukan IPO (Initial Public Offering) dan berhasil menjual 19% saham perusahaan dengan nilai $1.7 miliar. Penjualan ini memecahkan rekor IPO terbesar yang tak terpecahkan sejak IPO Google pada tahun 2004 serta meningkatkan nilai Alibaba menjadi hampir $9 miliar.

Tidak berhenti sampai disana, pada tahun 2014 Alibaba melakukan IPO kedua di New York dan menghasilkan modal $25 miliar dengan menjual 12% sahamnya. Pencapaian ini tercatat sebagai IPO terbesar dalam sejarah.

Sekarang, Jack telah menjadi orang terkaya nomor 2 di China dan nomor 20 di dunia dengan total kekayan mencapai $39.5 billion.

***

Jack Ma terkenal sebagai pendiri perusahaan teknologi tanpa latar belakang di bidang teknologi. Di Universitas Stanford tahun 2013 Jack Ma mengakui, “Bahkan sampai sekarang, saya masih tidak memahami coding dan saya juga tidak memahami teknologi dibalik dunia internet”.

Sifat manusia yang paling dapat dipuji adalah semangat keuletannya. Hal tersebut tertanam dalam diri Jack Ma. Ia berasal dari keluarga yang sederhana, dengan kecerdasan yang tidak seberapa, tidak lulus ujian nasional sebanyak tiga kali, ditolak universitas harvard sepuluh kali, gagal dalam berbisnis dua kali sebelum ia mendirikan Alibaba yang pada akhirnya bisa menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Pelajaran yang dapat kita petik darinya adalah sifat tidak mudah menyerah, kegigihan dan semangat keuletannya.

Yakinlah pada mimpi Anda dan percayalah pada diri Anda sendiri – Jack Ma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *