Penalaran Deduktif dan Induktif

Didalam penelitian, logika merupakan suatu studi tentang metode ataupun prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dan penalaran yang tidak tepat. Penalaran terbagi menjadi 2 jenis, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Penalaran Deduktif adalah penalaran dari yang umum ke yang detail/khusus. Artinya, penalaran ini berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus. Penalaran deduktif ini bersifat silogisme, yang merupakan suatu argumen yang terdiri dari premis-premis(proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan) dan kesimpulan(konklusi).

Alur berpikir deduktif dapat digambarkan sebagai berikut :

penalarandeduktif

Ciri penalaran deduktif :
* Analitis, yaitu Kesimpulan yang ditarik hanya dengan menganalisa proposisi atau premis yang sudah ada.
* Tautologis, yaitu kesimpulan yang ditarik sesungguhnya secara tersirat sudah terkandung dalam premis-premisnya.
* A priori, yaitu kesimpulan yang ditarik tanpa pengamatan inderawi atau observasi empiris.
* Argumen deduktif selalu dapat dinilai sahih atau tidaknya.

Contoh penalaran deduktif :

Premis :
- Harga sebungkus nasi goreng kurang dari 10.000, atau antara 10.000 dan 15.000, atau lebih besar dari 15.000
- Harga sebungkus nasi goreng tidak kurang dari 10.000
- Harga sebungkus nasi goreng tidak lebih dari 15.000

Kesimpulan :
Maka harga sebungkus nasi goreng antara 10.000 sampai 15.000

Berbeda dengan penalaran deduktif, penalaran induktif alur pikirnya dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. Dari yang khusus menghasilkan teori baru secara umum. Kesimpulan yang ditarik bersifat induktif, meskipun premis yang dipakainya adalah benar dan penalaran induktifnya adalah sah, namun kesimpulan nya bisa saja salah. Selain itu, penalaran induktif tidak memberikan kepastian namun sekadar tingkat peluang bahwa premis-premis tertentu dapat ditarik.

Bahaya atau kekurangan menggunakan logika induktif yaitu terlalu cepat menarik kesimpulan yang berlaku umum, sementara jumlah kasus yang digunakan dalam premis yang memadai dan premis yang digunakan kurang memenuhi kaedah ke-ilmiahan.

Alur berpikir induktif dapat digambarkan sebagai berikut :

penalaraninduktif

Terdapat beberapa tipe penalaran induktif , yaitu :
* A strong inductive argument : suatu argumen dimana premis-premisnya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
* A weak inductive argument : suatu argumen dimana premis-premisnya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
* A good inductive argument : suatu induktif argumen yang kuat dengan premis-premis yang benar.

Ciri-ciri penalaran induktif :
* Sintesis, yaitu kesimpulan ditarik dengan cara mensintesakan kasus-kasus yang digunakan dalam premis-premis.
* General, yaitu kesimpulan yang ditarik selalu meliputi jumlah kasus yang lebih banyak.
* A posteriori : kasus-kasus yang dijadikan landasan argumen merupakan hasil pengamatan inderawi.
* Kesimpulan tidak mungkin mengandung nilai kepastian mutlak (ada aspek probabilitas).

Contoh penalaran induktif :

Premis :
Budi pria yang baik, perhatian dan sabar
Joko pria yang baik, perhatian dan sabar
Tono pria yang baik, perhatian dan sabar

Kesimpulan :
Jadi semua pria baik, perhatian dan sabar

Sumber :

Modul dan catatan pribadi perkuliahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *