Filosofi Semut

Semut tidak pernah menyerah, jika mereka sedang menuju ke suatu tempat & kita mencoba menghentikannya, mereka akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, mencari celah lewat bawah atau memutar mengitarinya. Mereka akan selalu mencari jalan yang lain.

Moral : “Jangan pernah menyerah mencari jalan untuk mencapai tujuan”

Semut selalu memikirkan musim dingin disaat musim panas. Kita tidak akan sebegitu lugu-nya menganggap musim panas akan terjadi selamanya. Begitu juga semut yang selalu mengumpulkan makanannya selaa musim panas untuk persediaan di musim dingin. Kita harus memikirkan kerasnya batu karang saat menikmati cerahnya matahari & indahnya pasir di pantai.

Moral : “Sangat penting berpikir realistik ke depan”

Selama musim dingin, semut selalu memikirkan hangatnya musim panas. Semut selalu mengingatkan dirinya sendiri : “Musim dingin ini tidak akan lama, segera pasti akan berakhir”. Pada hari pertama cuaca terasa hangat, semut keluar dari sarangnya. Jika cuaca menjadi dingin, mereka akan kembali masuk ke sarangnya, dan kemudian mereka akan keluar lagi saat cuaca hangat. Mereka tidak bisa menunggu untuk keluar dari sarang mereka.

Moral : “Ini tidak akan berlangsung lama, senantiasalah berpikir positif setiap saat”

Kerahkan semua kemampuan. Berapa banyak seekor semut selama musim panas dapat mengumpulkan persediaan untuk keperluan musim dingin? Sebanyak yang mereka mampu.

Moral : “Lakukan apa yang bisa di lakukan dan terus tingkatkan”

Kita dapat memetik 4 buah pelajaran dari filosofi semut yang dipaparkan diatas.

  1. Jangan menyerah
  2. Berpikirlah ke depan
  3. Bersikap positif
  4. Kerjakan semua yang bisa dikerjakan

Jangan pernah menyerah, jangan terpuruk oleh keadaan, teruslah berusaha dan tetap berikan yang terbaik.

Goodluck.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *