Aturan 10,000 Jam

Malcolm Gladwell dalam bukunya The Outliers mengemukakan pendapat bahwa jika kita ingin menguasai suatu hal, apapun itu, maka kita harus latihan selama 10,000 jam. Dalam buku nya tersebut, ia memberikan beberapa contoh tokoh-tokoh yang terkenal pada suatu bidang tertentu, seperti Bill Gates, Mozart, Michael Jordan dan para jenius lainnya. Semuanya memiliki kesamaan, latihan sejak kecil dan melampaui 10,000 jam.

10,000 jam sama artinya dengan berlatih 90 menit setiap hari selama 20 tahun. Itu waktu yang dibutuhkan untuk menguasai apapun.

Mari kita telusuri sekilas perjalanan hidup Bill Gates untuk melengkapi aturan 10,000 jam ini. Bill Gates kecil pada masa muda nya termasuk anak yang cukup beruntung, ia bersekolah di Lakeside, sebuah sekolah berisi anak-anak orang kaya di Seattle. Lakeside memiliki sebuah komputer pada saat itu, dimana sebagian besar universitas bahkan tidak memiliki nya. Disana Bill Gates mulai tertarik dengan komputer. Ia menghabiskan hari dan malam di sekolah itu untuk mengutak-atik program komputer nya. Dia anak yang cerdas, dia diterima di Harvard dan memutuskan untuk keluar untuk membangun perusahaan nya sendiri.

Jika kita menelusuri Bill Gates mulai dari dia bersekolah di Lakeside dan berkenalan dengan komputer hingga ia kuliah di Harvard lalu keluar untuk membangun perusahaan nya, jelas ia sudah melampaui 10,000 jam. Tak banyak anak kecil yang memiliki pengalaman seperti dia pada masa itu.

Namun, Anders Ericsson, seorang profesor psikologi dari Florida State University membantah aturan 10.000 jam Malcolm Gladwell itu. Profesor Anders berpendapat bahwa tidak ada ‘magic number‘ untuk menjadi gemilang di bidang apapun. 10,000 tidak dapat dijadikan patokan. Beberapa orang menjadi sangat gemilang setelah latihan lebih dari 25,000 jam, sebagian lagi mungkin dibawah 10,000 jam.

Memang ada sedikit kejanggalan pada teori Malcolm tentang aturan 10,000 jam itu.  Ia dengan jelas mengatakan bahwa 10,000 jam latihan akan membuat kita gemilang di bidang apapun, namun ia melupakan bagaimana kualitas dari latihan tersebut. Jika kita latihan selama 10,000 jam namun kualitas dari tersebut rendah mungkin itu sama dengan latihan 5,000 jam dengan kualitas latihan yang tinggi.

Lalu, apakah kita harus percaya dengan aturan ini?

Jawaban nya simpel. Percaya, saja.

Tidak ada yang salah jika kamu percaya.

Ketika kamu percaya, secara tidak langsung kamu sudah memberi sugesti pada pikiran mu bahwa kamu yakin kamu mampu menguasai dan menjadi cemerlang pada bidang tersebut. Masalah waktu, itu belakangan.

Saya sendiri percaya dengan aturan 10,000 jam ini. Jika kita menelusuri lebih dalam orang-orang hebat dari berbagai bidang mulai dari olahraga, bisnis, pendidikan, dan lainnya maka kita akan menemukan kesamaan yaitu, mereka berusaha sangat sangat keras.

Saya beri satu contoh lainnya, Cate Campbell. Peraih medali emas renang gaya bebas 100 meter di Olimpiade Rio beberapa bulan yang lalu. Saya penasaran dengan para atlet-atlet renang di Olimpiade Rio ini, mereka bahkan lebih cepat saat berada di air. Jadi, saya melakukan pencarian untuk mengetahui seberapa keras mereka latihan untuk mencapai titik tersebut.

Bisa kita lihat gambar diatas adalah jadwal latihan rutin Cate Campbell. Ia menghabiskan hari-hari nya di kolam. Ia pergi ke kolam di pagi hari, berenang, nge-gym dan kembali ke kolam lagi. Ia sudah seperti hidup di air dan hanya sekali-kali ke darat untuk mencari udara.

Satu contoh analogi lagi. Manusia dapat diibaratkan seperti komputer. Tangan, kaki, badan dan segala bentuk fisik tubuh ini diibaratkan seperti hardware pada komputer. Dan pengetahuan serta pikiran diibaratkan seperti software. Apakah software dapat di update, dikembangkan atau diperbarui? Tentu, yaitu dengan cara belajar, belajar, belajar, latihan, latihan dan latihan.

Jadi, berdasarkan contoh-contoh dan penjelasan yang sudah saya paparkan diatas. Saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa tidak peduli seberapa lama kita belajar pada suatu hal, entah itu 5,000 jam, 10,000 jam atau 20,000 jam, pada akhirnya kita akan mendapatkan nya, kita akan mencapai titik tersebut. Ini semua hanya masalah waktu, yang dibutuhkan hanyalah konsistensi dan persistensi. There is no shortcut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *